RIBUAN BUKU DI PERPUSTAKAAN IAIN AMBON DISELAMATKAN

Ribuan buku yang terjebak di puing Gedung Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon setelah dilanda bencana longsor akibat pergerakan tanah beberapa waktu lalu, berhasil diselamatkan oleh pegawai, dosen dan mahasiswa, pada Senin, 10 Juni 2019.

Usaha penyelamatan ribuan buku yang telah dipacking ke dalam 600 karung plastik tersebut diikuti pula Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, beserta para pimpinan lainnya. Dari pantauan Rakyat Maluku di lapangan, proses evakuasi buku-buku tersebut berlangsung sangat dramatis, lantaran buku-buku itu berada tepat di bawah reruntuhan bangunan, yang kapanpun dapat roboh secara alami.
Pasalnya, kondisi bangunan Perpustakaan tiga lantai tersebut sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, sehingga usaha evakuasi ribuan buku itu berlangsung cepat dan tepat. Terbukti, satu jam setelah buku-buku yang sudah berada di lantai satu tersebut berhasil diselamatkan, bangunan tiga lantai itu kembali roboh. Sementara dari 30 karung yang ada di lantai 2 gedung ini, hanya dapat diselamatkan tiga karung. Sisanya masih terkurung di dalam ruang perpustakaan, lengkap dengan mobiler lainnya, seperti rak buku, meja, kursi beserta sejumlah barang lainnya yang belum berhasil diselamatkan.
Beberapa fasilitas penting milik perpustakaan termasuk server jaringan pustaka online juga telah diselamatkan jauh hari sebelum gedung tiga lantai itu roboh dan rusak parah seperti saat ini. Proses evakuasi berlangsung cepat, dan langsung dipindahkan ke Gedung Training Center IAIN Ambon, yang sekaligus menjadi Pusat Perpustakaan IAIN Ambon untuk sementara. Pasalnya, selain kondisi gedung Perpustakaan yang kian parah, cuaca saat evakuasi kemarin juga tampak kurang bersahabat. Beruntung, selama proses pemindahan buku-buku tersebut, tidak turun hujan hingga selesai dilakukan evakuasi.
Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, kepada wartawan di sela-sela evakuasi buku dari perpustakaan yang runtuh tersebut menjelaskan, pihaknya telah mengadakan rapat bersama seluruh pimpinan di lingkup IAIN Ambon pada Senin, 10 Juni 2019 kemarin. Di mana, dari hasil rapat tersebut, ia memastikan meskipun saat ini IAIN Ambon tengah dihadapkan dengan musibah bencana alam tersebut, namun, pelayanan tetap akan diberikan secara prima kepada seluruh masyarakat terkhusus para mahasiswa, termasuk untuk proses kuliah tetap berjalan secara normal. "Proses pelayanan tetap akan diberikan. Untuk perpustakaan kita sudah pindahkan ke lantai 2 Gedung Training Centere, sebaliknya untuk Laboratorium MIPA, akan kita alihkan sementara di gedung kembar, yang kini ditempati oleh Prodi Sosiologi Agama. Proses kuliah tetap berjalan, karena gedung-gedung kuliah dan gedung pelayanan di tingkat fakultas tidak terkenda dampak dari bencana ini," jelas Rektor.
Terkait dengan jumlah buku yang berhasil diselamatkan, menurut Rektor, sebanyak 600 karung telah diselamatkan dari dalam gedung, dengan total judul buku sebanyak 600 ribu lebih. "Koleksi buku tersebut ada sekitar 600 ribu judul, yang proses evakuasinya sudah dilakukan sejak tanggal 2 Juni 2019, termasuk server untuk akses online. Buku sangat penting sehingga harus diselamatkan. Buku-buku tersebut menjadi jantung dari perguruan tinggi untuk kebutuhan para dosen dan mahasiswa dalam pemenuhan referensi. Sebab itu, perlu diselamatkan," jelas Rektor.
Sementara soal sumber bencana, Rektor sepenuhnya menyerahkan kepada para ahli yang sudah dibentuk timnya oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Saat ini, yang dapat diketahui terhadap kondisi bencana itu, hanya bersumber dari kejadian alam. Di mana, akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon selama beberapa pekan terakhir, sehingga menyebabkan adanya pergeseran tanah di area kampus, sehingga menyebabkan ketiga gedung tersebut amblas. "Tidak ada unsur kelalaian manusia. Siapa yang menginginkan adanya musibah. Sama sekali tidak ada. Saya pikir tidak ada satupun yang ingin membangun untuk menghancurkan. Kita semua ingin membangun guna melayani masyarakat dan sebagainya. Pemerintah sudah membentuk tim. Sementara, kita tunggu hasil-hasil analisis dan rekomendasi dari para tim ahli yang sudah dibentuk dan sedang bekerja. Rekomendasinya seperti apa, kita sedang menunggunya. Nanti analisa dari stakeholder untuk penanganannya seperti apa baru dapat dilakukan, termasuk untuk ketiga gedung ini. Apakah tempat ini masih layak untuk dibangun, atau dijadikan sebagai lahan hijau," sebut Rektor.
Sebelumnya, pada Minggu kemarin, Rektor kepada wartawan menyebutkan, kondisi kerusakan dua gedung, yakni Gedung Perpustakaan dan Gedung Auditorium telah mencapai 90 persen. Sehingga, keberadaan dua gedung tersebut sudah tidak dapat difungsikan, sebaliknya untuk gedung laboratorium MIPA dan gedung gardu IAIN Ambon. "Gedung Perpustakaan, Auditorium dan Laboratorium mengalami rusak berat akibat dari adanya pergerakan tanah tersebut." "Dari aspek kerusakan yang ada sudah mencapai 90 persen. Hampir tidak dapat dipertahankan lagi. Kita akan undang tim ahli untuk menelitinya. Apakah sudah bisa dirobohkan atau apa? Karena ini juga berkaitan dengan aset negara, sehingga itu kita juga akan menyurati instansi terkait berkaitan dengan aset negara di IAIN Ambon."
Sementara berdasarkan pantauan Rakyat Maluku di lapangan pada Minggu, 9 Juni 2019, tampak ketiga gedung mengalami kerusakan yang cukup parah. Setiap menit, terdengar adanya retakan di ketiga gedung.
Secara perlahan, Gedung Auditorium, yang terletak tidak jauh dari Gedung Perpustakaan juga mulai roboh. Sisi dinding dan tiang-tiang penyangga utama terlihat miring dan beberapa lainnya patah. Gedung dua lantai dengan fasilitas mobiler kursi lipat ala studio di dalamnya tersebut, roboh secara perlahan pada beberapa bagian dindin penahan, sejak Kamis, 6 Juni 2019. Tampak gedung berlatar warna hijau tua dan kuning tua, berbentuk ornamen timur tengah, yang dibangun oleh kontraktor Nendy tersebut, mengalami kemiringan dari arah depan ke bagian kiri. Pada bagian depan kiri dan kanan, telah mengalami kerusakan parah. Pada bagian halamannya, dipenuhi dengan tanah lumpur kuning setinggi mata kaki, sebaliknya di bagian kanan gedung, dengan ketinggian lumpur mencapai lutut orang dewasa.
Kerusakan bangunan ini disebabkan adanya pergeseran tanah dari arah belakang dan samping gedung Auditorium di atas ketinggian lebih dari 15 meter. Sementara pantauan di dalam ruang Gedung Auditorium, tampak tegel yang sudah terpasang rapih, mengalami kerusakan parah. Tegel lantai tersebut terlepas lantaran permukaan tanah di bawah tegel mengalami pergerakan dari bawah tanah ke atas. Akibatnya, tegel lantai pada ruang utama Auditorium yang sudah terpasang rapih tersebut, terlepas dengan luas lebih dari 20 meter di bagian ruang utama.
Untuk mencegah adanya korban jiwa, saat ini pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, telah turun langsung ke lokasi kejadian, yang ditindaklanjuti dengan pemasangan police line pada empat bangunan IAIN Ambon yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Empat bangunan yang mengalami kerusakan tersebut, bangunan Perpustakaan rusak parah, bangunan Auditorium yang baru dibangun dan belum sempat digunakan rusak parah, bangunan Laboratorium MIPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan rusak parah pada ruang belajar-mengajar, serta bangunan generator listrik milik IAIN Ambon, yang bersampingan dengan bangunan perpustakaan, mengalami penurunan sedalam kurang lebih 2 meter. Dari empat bangunan ini, bangunan Lab MIPA berpeluangan dapat diselamatkan, tergantung kondisi cuaca. Pasalnya, untuk tiga bangunan lainnya, tepat berada di bagian pergerakan tanah yang menyebabkan adanya longsor dan retakan. Sementara kerusakan pada bagian dinding Lab MIPA akibat adanya pergerakan tanah dari arah gedung Perpustakaan dan Auditorium.(***)

Views: 12